SI PENGGANGGU
Pagi-pagi Tomi dan Rudi menjahili temannya lagi. Didepan pintu kelas,setiap orang yang masuk kelas harus membayar uang kepada Tomi dan Rudi jika mereka tidak ingin mendapat sebuah pukulan dimuka mereka. Dari kejauhan,tiga orang anak sedang berjalan menuju kelas. Mereka adalah Vera,Laila,dan Ajeng. Tomi dan Rudi telah menunggunya dari tadi.
Tomi : “Hey! Kalian bertiga (Hendak menghalang jalan ke3 anak itu),Buru-buru yach?
Kenapa buru-buru sih santai aja
lach? Kita main-main aja dulu,benar ga’
Rud?”
Rudi : “Benar
tuch,lagian bel masuk kan masih lama.”
Vera : “Kenapa nich?
Kenapa loe berdua hadang jalan kita bertiga?”
Rudi : “Pura-pura
nggak tau atau loe emang nggak tau yach? Nih kan daerah kita
berdua.
Loe
pada sebagai pedatang baru harus bayar pajak donk sama kita.
Vera : “Aturan nenek
loe ya kali? Ini kan sekolahan ga ada pajaknya tau ? Emang nich
sekolahan penyak nenek loe ? Eh
kalian berdua mau bertindak aneh-aneh? Malas
gue bayar!”
Rudi : “Oke,jadi loe
mau bayar ga nich. Gue tanya sekali lagi?”
Vera : “Bayar? Malas mending uang gue buat beli bakso 5 mangkok
dari pada buat loe
pada”
Rudi : “Jadi gimana
bos ? (menoleh kearah Tomi)
Tomi : “Loe jangan sok
berani main-main sama kita berdua? Ini tanah emang bukan
tanah nenek gue tapi ini daerah kekuasaan gue. Loe sebagai pendatang baru mau
ga mau harus bayar.”
tanah nenek gue tapi ini daerah kekuasaan gue. Loe sebagai pendatang baru mau
ga mau harus bayar.”
Rudi : Loe bertiga
mau bayar kagak?” ( Kata Rudi pada Vera,Laila dan Ajeng)
Laila : “Sudahlah
lebih baik kita bayar saja,dari pada kita ribut.”
Vera : “Apa loe
bilang Laila,gue sich nggak mau bayar pajak sama mereka.Karena
kalau kita ikutin mau mereka kita akan diginiin-giniin aja terus.”
kalau kita ikutin mau mereka kita akan diginiin-giniin aja terus.”
Laila : “Biar aja Vera,nanti dia juga dapat akibatnya sendiri”
Ajeng : “Ia Vera, kita
mangalah aja dech, gue nggak mau berantem
sama mereka.”
Vera : “Okey,gue mau
bayar.Asal loe berdua mau lepasin kita bertiga.”
Tomi : “Okey”
Akhirnya Vera,Laila,dan Ajeng menyerahkan uang mereka kepada
Tomi dan Rudi. Kemudian Tomi dan Rudi pergi meninggalkan mereka bertiga. Pada saat Tomi
dan Rudi sudah pergi,tiba-tiba datang Siska bertanya kepada mereka.
Siska : “Eee...Vera,ada urasan apa sich lagi sama ke
dua anak itu?”
Vera : “Begini,ke
dua anak itu meminta uang untuk bayar pajak pada kita bertiga?”
Siska : “Jadi...,loe
kasih uangnya?” (dengan nada kaget)
Vera : “Sebenarnya
sich gue nggak mau kasih mereka,tapi Laila dan Ajeng menyarankan
untuk bayar,jadi gue kasih dech...?”
Siska : “
Ajeng,Laila.....Mengapa loe kasih uangnya pada mereka?”
Ajeng : “Dari pada
kita ribut,lebih baik gue kasih aja. Nanti juga mereka dapat
akibatnya!”
akibatnya!”
Siska : “O...gitu,Kalu
aku digituin pasti gue sudah pukul mereka!”
Laila : “Sudah,yang
berlalu biar lah berlalu. Maafkan saja mereka.”
Siska : “Gue kagum
pada loe Laila, karena loe mau memaafkan orang yang sering
mengerjai mu..”
mengerjai mu..”
Tidak lama bel masuk pun berbunyi dan semua siswa belajar
seperti biasa.
Keesokan
harinya Tomi lagi-lagi menjahili teman-temannya,tapi kali ini ia menjahili
Laila. Tomi menaruh ular karet di dalam tas Laila. Terang saja begitu membuka
tas,Laila terkejut,berteriak,dan menangis.
Laila : “Huaaaaaaa.........aaaaaaaa.....” (Kaget dan
menangis)
Vera : “Eh
Tomi,pasti Loe lagi yach,yang menjahili Laila.”
Ajeng : Loe nggak
bosan-bosannya menjahili Laila,padahal Laila orangnya baik.
Tomi : “Lho, kok Loe yang
sewot?” (Ketawa sambil memainkan ular karet)
Rudi : “Hahaha”
(Ikut tertawa bersama Tomi)
Vera : “Menyakiti
Laila, berarti menyakiti kami,
tahu!”
(Melangkah mendekati Tomi)
Setelah itu Siska datang untuk melerai pertengkaraan Vera
dengan Tomi dan Rudi.
Siska : (Menarik
tangan Vera yang sedang ada didepan Tomi) “Sedahlah,percuma saja
melawan dia,gak ada gunanya!”
Tomi : Hahaha...Kalah nich!
Rudi : “Mereka kan
cewek mana berani,hahaha”
Siska : “Nggak apa-apa,Mengalah itu menang.”
Ajeng : “Iya, tapi
kalau dibiarin, lama-lama makin keterlaluan.Sesekali harus
diberi
pelajaran tuch
anak”
Tiba-tiba terdengar suara Laila,yang pada saat itu dia sudah
memaafkan Tomi dan Rudi.
Laila : Sudahlah,gue
tidak apa-apa
Ajeng : “Benarkah,loe
nggak apa-apa..?
Laila : “Iya,gue
baik-baik saja Kok
Vera :
“Oh.....Iya,Lebih baik kita keluar mencari udara segar.”
Siska : Ya......Let’s
Go...
Setelah mereka sampai kekantin,tiba-tiba datanglah ke 2 anak
jail itu ,Siapa lagi kalau buka Tomi dan Rudi. Dia membuat Ulah dikantin.
Tomi : “Hey...Kalian
pindah dari tempat ini,gue dan teman gue mau duduk dan
makan disini.” (Sambil melihat ke Vera,Laila,Ajeng,dan Siska yang pada
saat itu lagi sedang duduk dikantin)
makan disini.” (Sambil melihat ke Vera,Laila,Ajeng,dan Siska yang pada
saat itu lagi sedang duduk dikantin)
Rudi : “Jadi loe
semua pindah dari tempat ini sekarang juga...Your Understen”
Vera :
“Hahaha.....sok-sok pakai BHS Inggris.Bahasa Loe sendiri aja nggak benar apa
lagi
bahasa asing.
Dasar
Kamseupay!”
Laila : “Sudah-sudah. Lebih
baik kita pergi dari sini saja.”
Ajeng : “Ia..benar itu.Dari
pada kita ribut lagi.”
Akhirnya Vera dan teman-temannya pun pergi dari tempat
itu. Disaat itu Siska menghalangi langkah mereka.
Siska : “ee.....Teman
bagaimana kalau kita beri mereka pelajaran ?”
Vera dan Ajeng : “Ia gue setuju dengan usul loe..!
Laila : “Lebih baik jangan mengerjai mereka itu kan
termasuk perbuatan dendam
gak boleh kayak begitu”
gak boleh kayak begitu”
Ajeng : “Nggak
apa-apa Laila,lagi pula kita tidak berniat untuk dendam kok. Tapi
kita ingin memberi mereka pelajaran supaya mereka berubah”
kita ingin memberi mereka pelajaran supaya mereka berubah”
Laila : “Yach udah
terserah loe aja...!
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba yaitu memeberikan
pelajaran kepada Tomi dan Rudi. Tapi hari itu Tomi nggak masuk kesekolah. Jadi
mereka bertanya pada Rudi.
Vera : “Hey,Rudi....Kok
Tomi nggak masuk sekolah?.Emangnya ada apa.”
Rudi : “Tomi sedang
sakit. Dia habis kecelakaan”
Vera,Laila,Ajeng,dan Siska :
Haaaaaaaaaaaaaa...........................(Secara bersamaan kaget)
Ajeng : “Jadi
keadaannya gimana?”
Rudi : “Kakinya cacat, jadi
kalau dia jalan kakinya terpincang-pincang”
Laila : “Gimana kalau
sepulang sekolah kita menjenguk Tomi.”
Siska : “Gue setuju
tuch...”
Ajeng,Vera : “Kami juga setuju”
Rudi : “Baiklah,kita
akan pergi menjenguk Tomi sepulang sekolah”
Tidak beberapa kemudian jam pulang sekolah pun tiba. Dan
kelima anak itu pergi menjenguk Tomi dirumahnya. Sesampainya dirumah Tomi,Secara
bersamaan Vera,Ajeng,Laila,Siska,dan Rudi memanggil Tomi. Kemudian Tomi keluar
dari rumahnya. Dan semua temannya pun kaget melihat keadaanya.
Tomi meceritakan kepada mereka mengapa ia bisa begini. Pada
saat itu Tomi meminta maaf pada mereka berempat dan Rudi pun juga ikut minta
maaf.
Tomi : “Maafkan gue yach teman,selamah ini gue banyak
salah pada loe
berempat.Terutama pada loe Laila.”
Rudi : “Gue juga
minta maaf atas segala kesalahan gue.”
Laila : “Kami semua
juga sudah memaafkan kalian berdua,iya kan teman-teman?”
Vera,Ajeng,Dan Siska : “Iya.”
Akhirnya keenam anak itu saling memaafkan.dan mereka pun
menjadi sahabat sampai mereka lulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar