Selasa, 19 Maret 2013

Naskah Drama


SI PENGGANGGU

Pagi-pagi Tomi dan Rudi menjahili temannya lagi. Didepan pintu kelas,setiap orang yang masuk kelas harus membayar uang kepada Tomi dan Rudi jika mereka tidak ingin mendapat sebuah pukulan dimuka mereka. Dari kejauhan,tiga orang anak sedang berjalan menuju kelas. Mereka adalah Vera,Laila,dan Ajeng. Tomi dan Rudi telah menunggunya dari tadi.

Tomi : “Hey! Kalian bertiga (Hendak menghalang jalan ke3 anak itu),Buru-buru yach?
            Kenapa buru-buru sih santai aja lach?  Kita main-main aja dulu,benar ga’ Rud?”
Rudi : “Benar tuch,lagian bel masuk kan masih lama.”
Vera : “Kenapa nich? Kenapa loe berdua hadang jalan kita bertiga?”
Rudi : “Pura-pura nggak tau atau loe emang nggak tau yach? Nih kan daerah kita
           berdua. Loe pada sebagai pedatang baru harus bayar pajak donk sama kita.
Vera : “Aturan nenek loe ya kali? Ini kan sekolahan ga ada pajaknya tau ? Emang nich
           sekolahan penyak nenek loe ? Eh kalian berdua mau bertindak aneh-aneh? Malas
           gue bayar!”
Rudi : “Oke,jadi loe mau bayar ga nich. Gue tanya sekali lagi?”
Vera : “Bayar? Malas mending uang gue buat beli bakso 5 mangkok dari pada buat loe
           pada”
Rudi : “Jadi gimana bos ? (menoleh kearah Tomi)
Tomi : “Loe jangan sok berani main-main sama kita berdua? Ini tanah emang bukan 
        tanah nenek gue tapi ini daerah kekuasaan gue. Loe sebagai pendatang baru mau 
            ga mau harus bayar.”
Rudi : Loe bertiga mau bayar kagak?” ( Kata Rudi pada Vera,Laila dan Ajeng)
Laila : “Sudahlah lebih baik kita bayar saja,dari pada kita ribut.”
Vera : “Apa loe bilang Laila,gue sich nggak mau bayar pajak sama mereka.Karena 
            kalau kita ikutin mau mereka kita akan diginiin-giniin aja terus.”
Laila : “Biar aja Vera,nanti dia juga dapat akibatnya sendiri”
Ajeng : “Ia Vera, kita mangalah aja dech, gue nggak mau berantem sama mereka.”
Vera : “Okey,gue mau bayar.Asal loe berdua mau lepasin kita bertiga.”
Tomi : “Okey”
Akhirnya Vera,Laila,dan Ajeng menyerahkan uang mereka kepada Tomi dan Rudi. Kemudian Tomi dan Rudi pergi meninggalkan mereka bertiga. Pada saat Tomi dan Rudi sudah pergi,tiba-tiba datang Siska bertanya kepada mereka.
Siska : “Eee...Vera,ada urasan apa sich lagi sama ke dua anak itu?”
Vera : “Begini,ke dua anak itu meminta uang untuk bayar pajak pada kita bertiga?”
Siska : “Jadi...,loe kasih uangnya?” (dengan nada kaget)
Vera : “Sebenarnya sich gue nggak mau kasih mereka,tapi Laila dan Ajeng menyarankan
           untuk bayar,jadi gue kasih dech...?”
Siska : “ Ajeng,Laila.....Mengapa loe kasih uangnya pada mereka?”
Ajeng : “Dari pada kita ribut,lebih baik gue kasih aja. Nanti juga mereka dapat 
             akibatnya!”
Siska : “O...gitu,Kalu aku digituin pasti gue sudah pukul mereka!”
Laila : “Sudah,yang berlalu biar lah berlalu. Maafkan saja mereka.”
Siska : “Gue kagum pada loe Laila, karena loe mau memaafkan orang yang sering 
            mengerjai mu..”
Tidak lama bel masuk pun berbunyi dan semua siswa belajar seperti biasa.
Keesokan harinya Tomi lagi-lagi menjahili teman-temannya,tapi kali ini ia menjahili Laila. Tomi menaruh ular karet di dalam tas Laila. Terang saja begitu membuka tas,Laila terkejut,berteriak,dan menangis.
Laila : “Huaaaaaaa.........aaaaaaaa.....” (Kaget dan menangis)
Vera : “Eh Tomi,pasti Loe lagi yach,yang menjahili Laila.”
Ajeng : Loe nggak bosan-bosannya menjahili Laila,padahal Laila orangnya baik.
Tomi : “Lho, kok Loe yang sewot?” (Ketawa sambil memainkan ular karet)
Rudi : “Hahaha” (Ikut tertawa bersama Tomi)
Vera : “Menyakiti Laila, berarti menyakiti kami, tahu!” (Melangkah mendekati Tomi)
Setelah itu Siska datang untuk melerai pertengkaraan Vera dengan Tomi dan Rudi.
Siska : (Menarik tangan Vera yang sedang ada didepan Tomi) “Sedahlah,percuma saja
            melawan dia,gak ada gunanya!”
Tomi : Hahaha...Kalah nich!
Rudi : “Mereka kan cewek mana berani,hahaha”
 Siska : “Nggak apa-apa,Mengalah itu menang.”
Ajeng : “Iya, tapi kalau dibiarin, lama-lama makin keterlaluan.Sesekali harus diberi
              pelajaran tuch anak”
Tiba-tiba terdengar suara Laila,yang pada saat itu dia sudah memaafkan Tomi dan Rudi.
Laila : Sudahlah,gue tidak apa-apa
Ajeng : “Benarkah,loe nggak apa-apa..?
Laila : “Iya,gue baik-baik saja Kok
Vera : “Oh.....Iya,Lebih baik kita keluar mencari udara segar.”
Siska : Ya......Let’s Go...
Setelah mereka sampai kekantin,tiba-tiba datanglah ke 2 anak jail itu ,Siapa lagi kalau buka Tomi dan Rudi. Dia membuat Ulah dikantin.
 
Tomi : “Hey...Kalian pindah dari tempat ini,gue dan teman gue mau duduk dan 
             makan disini.” (Sambil melihat ke Vera,Laila,Ajeng,dan Siska yang pada 
             saat itu lagi sedang duduk dikantin)
Rudi : “Jadi loe semua pindah dari tempat ini sekarang juga...Your Understen”
Vera : “Hahaha.....sok-sok pakai BHS Inggris.Bahasa Loe sendiri aja nggak benar apa lagi
            bahasa asing. Dasar Kamseupay!
Laila : “Sudah-sudah. Lebih baik kita pergi dari sini saja.”
Ajeng : “Ia..benar itu.Dari pada kita ribut lagi.”
Akhirnya Vera dan teman-temannya pun pergi dari tempat itu. Disaat itu Siska menghalangi langkah mereka.
 
Siska : “ee.....Teman bagaimana kalau kita beri mereka pelajaran ?”
Vera dan Ajeng : “Ia gue setuju dengan usul loe..!
Laila : “Lebih baik jangan mengerjai mereka itu kan termasuk perbuatan dendam 
            gak boleh kayak begitu”
Ajeng : “Nggak apa-apa Laila,lagi pula kita tidak berniat untuk dendam kok. Tapi
              kita ingin memberi mereka pelajaran supaya mereka berubah”
Laila : “Yach udah terserah loe aja...!
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba yaitu memeberikan pelajaran kepada Tomi dan Rudi. Tapi hari itu Tomi nggak masuk kesekolah. Jadi mereka bertanya pada Rudi.
Vera : “Hey,Rudi....Kok Tomi nggak masuk sekolah?.Emangnya ada apa.”
Rudi : “Tomi sedang sakit. Dia habis kecelakaan”
Vera,Laila,Ajeng,dan Siska : Haaaaaaaaaaaaaa...........................(Secara bersamaan kaget)
Ajeng : “Jadi keadaannya gimana?”
Rudi : “Kakinya cacat, jadi kalau dia jalan kakinya terpincang-pincang”
Laila : “Gimana kalau sepulang sekolah kita menjenguk Tomi.”
Siska : “Gue setuju tuch...”
Ajeng,Vera : “Kami juga setuju”
Rudi : “Baiklah,kita akan pergi menjenguk Tomi sepulang sekolah”
Tidak beberapa kemudian jam pulang sekolah pun tiba. Dan kelima anak itu pergi menjenguk Tomi dirumahnya. Sesampainya dirumah Tomi,Secara bersamaan Vera,Ajeng,Laila,Siska,dan Rudi memanggil Tomi. Kemudian Tomi keluar dari rumahnya. Dan semua temannya pun kaget melihat keadaanya.
Tomi meceritakan kepada mereka mengapa ia bisa begini. Pada saat itu Tomi meminta maaf pada mereka berempat dan Rudi pun juga ikut minta maaf.
 
Tomi : “Maafkan gue yach teman,selamah ini gue banyak salah pada loe
            berempat.Terutama pada loe Laila.”
Rudi : “Gue juga minta maaf atas segala kesalahan gue.”
Laila : “Kami semua juga sudah memaafkan kalian berdua,iya kan teman-teman?”
Vera,Ajeng,Dan Siska : “Iya.”
Akhirnya keenam anak itu saling memaafkan.dan mereka pun menjadi sahabat sampai mereka lulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar